Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang
khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo,
Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon
juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya.
Menurut sejarahnya, di daerah
Cirebon
terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari
dalam maupun luar negri. Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh
adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari
negerinya.





Dalam Sejarah diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan
ajaran Islam di daerah Cirebon menikah dengan seorang putri Cina
Bernama Ong TIe. Istri beliau ini sangat menaruh perhatian pada
bidang seni, khususnya keramik. Motif-motif pada keramik yang dibawa
dari negeri cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif batik hingga
terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina.
Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah
batik Mega Mendung atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat
baik dalam bentuk maupun warnanya bergaya selera cina.
Motif mega mendung melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan
sebagai pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini
didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingg biru tua. Warna
biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi
penghidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya
kehidupan.